Antara Sahabat, Teman, Kawan, dan Ilmu.
Teman itu adalah orang yang selalu ada disaat kita sedih maupun bahagia tapi dia hanya mendengar tanpa mengambil serius atau hanya sekedar peduli terhadap kita. Tapi teman tak sedekat sahabat. Teman apa teman, sahabat atau kawan. Itu semuanya berkaitan. kalo teman, mungkin hanyalah teman biasa, yang engga terlalu penting dalam kehidupan kita, hanya sebagai pelengkap dan membantu proses sosialisasi dalam perjalanan hidup ini, dan jika karena kita adalah manusia yang tergolong manusia social dimana kita semua pasti butuh bantuan oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.
Teman baik itu adalah yang seseorang yang memahami partnernya dengan baik. Seharusnya pengertian itu bukan untuk obyek (teman) tapi kita, saya, kamu, yang seharusnya memahami dia sebagai kawanmu. Singkatnya seperti ini “andalah yang harus memahami kawan anda lebih dahulu, sebelum mengeluarkan statement dia kawan yang baik atau tidak”
Gesekan dalam pertemanan itu hal yang wajar, justru disinilah inti dari persahabatan. Disinilah arti sebuah sahabat yang harus kita miliki. Bukannya malah sebaliknya anda malah mengharuskan kawan anda yang memahami arti sebuah persahabatan. Tetapi andalah yang harus mengintegrasikan menjadi seorang kawan yang baik.
Bersahabat itu harus sama ilmunya, karena akan banyak waktu bersama untuk dilalui. Jika ilmu yang dimiliki salah satu tidak sama maka akan hilang tali persamaannya. Sampai titik ini saya menjadi bingung sendiri dengan tulisan yang saya buat. Sepertinya saya harus mencoba cari litelatur lain. Karena sayapun sangat sulit mengeluarkan kalimat ketika dihadapkan harus menulis seperti ini,
Nah, kalo Kawan itu gak jauh beda sama teman tapi dia punya rasa peduli yang cukup dan bisa dibilang hanya sebagai teman maupun sebagai sahabat. Kawan dalam makna bahasa indonesia bisa dikatakan posisi penyeimbang atau balance antara sahabat dengan teman. Kawan memang dikategorikan sederhana, hanya sebatas kenal dan paham akan diri kita namun tak sebanyak-banyaknya akan membantu, karena ia sedikit tidak penuh dalam ikatan batinnya. Kawan bisa saja jauh dari kita, dan berbeda dengan sahabat yang mengerti sedalam-dalamnya tentang diri kita, dan mau membantu sepenuhnya untuk bersama-sama menyelesaikan suatu masalah hingga tuntas.
Sahabat, sahabat bukanlah teman ataupun sekedar kawan. Walaupun semua itu bisa dibilang satu bahasa yang punya arti yang sama. Namun itu semua memiliki makna yang berbeda. Sahabat adalah orang yang selalu ada disaat kita senang maupun sedih dan perannya bisa melebihi saudara kandung sendiri maupun keluarga. Apa yang kita alami pasti dia turut merasakannya juga, misalkan kita lagi sedih, susah atau sedah tertimpa hal buruk secara spontan pasti dia merasa khawatir dan punya rasa peduli yang tinggi dan begitu selaiknya ketika sedang senang ataupun bahagia. Semua yang dilakukan bersama sahabat pasti akan terlihat beda apabila dilakukan oleh teman maupun kawan. Dia pasti selalu ada waktu untuk berkumpul apabila sudah tidak lama bertemu dan merupakan tempat curhat atau bercerita secara blak blakan tanpa harus ada yang dirahasiakan karena dia juga mengerti dan paham akan makdud kita. Maka dari itu, jadikanlah diri anda sebagai sahabat orang lain karena sahabat adalah bukan hanya sekedar teman ataupun kawan, tapi lebih dari pada itu.
Ketika mulai ketidak cocokan dalam bersahabat bisa dipastikan ilmunya telah berubah dan ada seseorang yang tidak dapat mengimbanginya. Frekwensi yang ada berubah pada salah satunya, sehingga menyebabkan tidak tersambung komunikasinya. Ketika frekwensi tidak sama seharusnya disadari untuk menyamakan frekwensi kembali atau persahabatan akan hilang.
Tulisan ini bukan sebuah solusi tetapi tulisan yang membangun kepekaan, kepekaan ketika mulai terjadi retakan. Yang harus diperbaiki adalah diri sendiri dahulu sebelum menilai sahabat anda. Sayapun coba meminta maaf kepada seorang sahabat karena ternyata saya masih harus banyak belajar, masih harus kembali input agar bisa menyamai frekwensi kita.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar